Pada postingan sebelumnya saya telah
membahas tentang Model Increment. Dan, tugas saya selanjutnya adalah membahas
mengenai perbedaan Model Increment dengan model lainnya. Saya memilih Spiral
Model.
Saya ingin menyinggung sedikit tentang Model Increment, untuk
merefreshkan kembali ingatan anda tentang Incremental ;) .
Model Incremental merupakan
model yang cara pengerjaan softwarenya di bagi menjadi bagian-bagian kecil.
Bagian-bagian itu kemudian diberikan ke tim-tim untuk dikerjakan. Jika sudah
selesai maka semua disatukan menjadi software yang utuh, dan kemudian diberikan
ke pengguna untuk dipakai. Jika masih ada fitur-fitur atau tambahan yang
diiginkan konsumen, maka pembuat software akan melakukan penambahan fitur-fitur
lagi terhadap software. (Untuk lebih jelas, baca postingan sebelumnya : INCREMENTAL MODEL).
Dan selanjutnya saya ingin menyinggung
Spiral Model.. Ini diaa » Spiral model merupakan gabungan antara
model prototyping dan model waterfall. Spiral model menekankan proses
pengerjaan secara bertahap dan berurutan.
Tahapan-tahapan dalam spiral model :
·
Customer
communication. Proses komunikasi antara pengguna dengan pengembang software.
Pengguna mengungkapkan apa-apa saja kebutuhan dan fitur yang diinginkan pada perangkat lunaknya nanti.
·
Planning. Merupakan
proses membahas dan menentukan perkiraan waktu pengerjaan software dan
informasi-informasi lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan software.
·
Analysis
risk. Di tahap ini,pengembang software melakukan analisis tentang
kemungkinan munculnya resiko saat mengerjakan software.
·
Engineering. Disinilah
mulai melakukan pembuatan software.
·
Construction
& Release. Merupakan proses testing software yang dilakukan pengembang dan
pengguna. Disini pengembang dapat mengenalkan tentang cara pengoperasian
software kepada pengguna.
· Customer evaluation. Setelah
mencoba software, pengguna dapat memberikan masukan /feedback tentang software
yang sudah dibuat.
Jika pada incremental model yang perangkat
lunak yang di kerjakan cocoknya berskala kecil, serta waktu pengerjaan software
cepat, lain halnya dengan Spiral Model yang dapat mengerjakan software berskala
besar dan umumnya pengerjaan memakan waktu yang lama. Selain itu, pada spiral
model perangkat lunaknya bisa terus dipakai dan dapat dikembangkan.
Mungkin hanya ini yang bisa saya
ungkapkan tentang perbedaan incremental dan spiral model dari segi tahapan dan
kelebihan. Jika ada kritik,saran,atau tambahan silahkan diungkapkan.



0 komentar:
Posting Komentar