Jumat, 08 November 2013

Perbandingan Incremental Model Dengan Spiral Model




Pada postingan sebelumnya saya telah membahas tentang Model Increment. Dan, tugas saya selanjutnya adalah membahas mengenai perbedaan Model Increment dengan model lainnya. Saya memilih Spiral Model.

Saya ingin menyinggung sedikit tentang Model Increment, untuk merefreshkan kembali ingatan anda tentang Incremental ;) .

 Model Incremental merupakan model yang cara pengerjaan softwarenya di bagi menjadi bagian-bagian kecil. Bagian-bagian itu kemudian diberikan ke tim-tim untuk dikerjakan. Jika sudah selesai maka semua disatukan menjadi software yang utuh, dan kemudian diberikan ke pengguna untuk dipakai. Jika masih ada fitur-fitur atau tambahan yang diiginkan konsumen, maka pembuat software akan melakukan penambahan fitur-fitur lagi terhadap software. (Untuk lebih jelas, baca postingan sebelumnya : INCREMENTAL MODEL).

Dan selanjutnya saya ingin menyinggung Spiral Model.. Ini diaa » Spiral model merupakan gabungan antara model prototyping dan model waterfall. Spiral model menekankan proses pengerjaan secara bertahap dan berurutan.

Tahapan-tahapan dalam spiral model :
·                Customer communication. Proses komunikasi antara pengguna dengan pengembang software. Pengguna mengungkapkan apa-apa saja kebutuhan dan fitur yang  diinginkan pada perangkat lunaknya nanti. 
·                Planning. Merupakan proses membahas dan menentukan perkiraan waktu pengerjaan software dan informasi-informasi lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan software.
·                Analysis risk. Di tahap ini,pengembang software melakukan analisis tentang kemungkinan munculnya resiko saat mengerjakan software.
·                Engineering. Disinilah mulai melakukan pembuatan software.
·                Construction & Release. Merupakan proses testing software yang dilakukan pengembang dan pengguna. Disini pengembang dapat mengenalkan tentang cara pengoperasian software kepada pengguna.
·                Customer evaluation. Setelah mencoba software, pengguna dapat memberikan masukan /feedback tentang software yang sudah dibuat.

Jika pada incremental model yang perangkat lunak yang di kerjakan cocoknya berskala kecil, serta waktu pengerjaan software cepat, lain halnya dengan Spiral Model yang dapat mengerjakan software berskala besar dan umumnya pengerjaan memakan waktu yang lama. Selain itu, pada spiral model perangkat lunaknya bisa terus dipakai dan dapat dikembangkan.

Mungkin hanya ini yang bisa saya ungkapkan tentang perbedaan incremental dan spiral model dari segi tahapan dan kelebihan. Jika ada kritik,saran,atau tambahan silahkan diungkapkan.


0 komentar:

Posting Komentar