Proses pengembangan perangkat
lunak..sebenarnya prosesnya panjaaang..dari analisis, merancang user interface,
mengcoding hingga jadilah sebuah software yang bisa dipakai. Saya menjelaskan secara
singkat mulai dari model bisnis sampai user interface ;).
| Untuk membuat software ada
tahap-tahap yang harus dilakukan. Pertama menganalisis model bisnis apa yang
ingin diterapkan dalam perangkat lunak tersebut. Untuk tahap pertama
analisisnya harus sejelas mungkin supaya tindak menimbulkan kebingungan ketika
melangkah ke tahap berikutnya. Bagiku, proses bisnis merupakan proses bisnis
dari sebuah sistem, toko (atau tergantung dari kasus yang dikerjakan) yang
menjelaskan input, proses, dan output kegiatan bisnis yang dilakukan yang
tersusun secara rapi dan berurutan. Tahap kedua yaitu membuat model data yaitu ERD (Entity Reliationship Diagram). Dari proses bisnis yang sudah dikerja, tentukan entitas (berupa objek, data, atau mahluk hidup), atribut entitas, relasi, dan kardinalitas. Lalu gambar menjadi ERD. Setelah menggambar ERD, tahap selanjutnya menggambar diagram IPO…tapi jujur untuk diagram IPO ini belum pernah diajarkan pada semester sebelumnya dan kataaa dosen saya, orang masih jarang membuat diagram ini (benar saja..saya search di internet, susah amat dapatnya) jadi saya belum paham amat diagram ini. Berdasarkan diagram ERD yang sudah dibuat, anda berikan input proses output apa saja yang bisa terjadi di diagram ERD (paparkan itu di semua entitas dan relasi ). Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa suatu entitas dapat menjadi output dari input yang ada di entitas lain atau sebaliknya. Dan di diagram IPO dapat ditambahkan entitas eksternal (entitas diluar dari diagram ERD) tapi entitas ini cuma membantu meperjelas dan bersifat sementara (Cuma terdapat di diagram IPO). Tahap keempat..menggambar DFD (Data Flow Diagram). DFD umumnya terdiri dari 3 level, yaitu level 0 atau level konteks, level 1, dan level 2. Jika di level 2 prosesnya belum selesai maka akan dilanjutkan lagi ke proses berikutnya hingga proses itu selesai. Komponen-komponen DFD adalah proses, terminator, dan data stroge. Pada level 0 menggambarkan proses utama dari perangkat lunak atau sistem yang dikerjakan. Dari level 0, kita ke level 1. Di level 1 muncul cabang-cabang proses dari proses utama. Jika ada proses di level 1 yang terbagi lagi, proses tersebut akan menjadi level 2 (bisa dikatakan subproses). Jika subproses tersebut masih terbagi maka subproses tersebut akan menjadi level selanjutnya. Jika ada subproses sudah berhenti, entah itu di level 1 atau level 2..yah subproses yang bersangkutan gak usah lanjut ke level berikutnya. Tahap selanjutnya, mendesign user interface atau tampilan aplikasi. Disini kita membuat kayak gimana sihh tampilan aplikasi yang ingin dibuat dan tampilan output (berupa cetakan kertas) Untuk memudahkan penggunanya nanti, buatlah tampilan yang tidak ribet untuk dioperasikan. Buatlah sejelas mungkin agar memudahkan proses pengcodingan. Tahap terakhir dari proses pembuatan software adalah pengkodean dan selanjutnya software tersebut akan di tes agar tidak terjadi kesalahn sebelum diserahkan kepada pengguna. Sekian penjelasannya, walaupun singkat dan masih memiliki kekurangan tapi trima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca J |






