Selasa, 21 Januari 2014

Game SimSE Waterfall Model

Ini adalah game SIMSE kedua yang kumainin yaitu waterfall model (pertama : prototyping modell). Awal mainnya saya selalu dapat 30 meluluuu. Heran saya, kok scorenya gini-gini aja, gak bisa naik apa?! Well, main lagiii.. akhirnya score naik juga= 64 dan 85 . Selanjutnya bisa ditebaklah, tancap mainnyaa !!! beberapa menit kemudian..score yang saya dapatkan adalah 89. Dengan budget yang terpakai = 257,581.50 dan ticks yang terpakai=1359. Ehmm, ticks-nya melenceng dikit dari yang ditentukan (no problem kan pak ? hehe).
Cara saya memainkannya :
1.       Sebelum mengerjakan software, saya memeriksa terlebih dahulu setiap kemampuan-kemampuan yang dimiliki karyawan (klik karyawan untuk melihatnya). Hal ini penting dalam memberikan tugas kepada mereka. Supaya mereka dapat mengejarkan tugasnya sesuai keahlian atau pengalaman kerja mereka. Jangan memberikan tugas dimana karyawan tersebut tidak memiliki pengalaman kerja yang bagus.

2.       Klik menu project. Disini akan diberitahu tentang Budget yang diberikan : sebesar 280,000.00 dan waktunya : 1350 ticks. Tapi budget dan ticks ini dapat bertambah apabila muncul tulisan “ costumer just gave us some new requirement “(tambahnya cuma sedikit sihh).  Money spend dan time used artinya budget dan waktu yang telah terpakai.

3.       Saya memecat Roger karena dia masih belum cukup berpengalaman dalam bekerja.

4.       Klik menu artifact untuk melihat keterangan tugas yang ada. Klik kanan karyawan untuk memunculkan perintah-perintah.

5.       Pilih purchase tool, check semuanya lalu klik ok.

6.       Tugas pertama : create requirements documents, disini gunakan tool : requirement capture tool. Disini saya memilih Andre, Anita, Calvin dan Pedro untuk mengerjakannya.

7.       Jika sudah finish create, lakukan review requirement document dan lakukan hingga selesai. Jika sudah akan muncul keterangan berapa error yang ada. Selanjutnya lakukan correct requirement hingga angka error menjadi 0. Tugaskan orang yang sama yang membuat requirement.

8.       Tugas kedua: create design document, disini gunakan tool: design environment. Saya menugaskan Andre, Anita, Emily. Lalu next event. Jika sudah selesai lakukan review design document. Selanjutnya correct design document hingga angka error=0.

9.       Tugas ketiga: create code, disini gunakan tool: IDE(eclipse). Saya menugaskan Andre, Calvin, Anita, Pedro. Jika sudah finish create, lakukan integred code.

10.   Tugas keempat: create system plan, disini gunakan tool: automated testing tool. Saya menugaskan andre, mimi, pedro. Jika sudah finish, lakukan review system test plan. Selanjutnya correct  system test plan hingga angka error=0.


11.   Tugas terakhir: lakukan deliver product to costumer. Selesai dehh game waterfall modelnya.

hasil akhirnya :

Game SimSE Prototyping Model

Pernah gak dosen kamu memberikan ujian yang berupa gamee ? gak belajar, gak menghafal apapun buat ujian, yang di suruh Cuma main game ??? pasti belum kann heheh. Nah! buat anak Kharisma Makassar yang mengambil matkul Rekayasa Perangkat lunak (RPL) nya Pak Sofian , kami di suruh main game tuhh. Tapi jangan salah dulu, gamenya bukan kayak online, candy crush, Dota, ato lain-lainnya. Tapi game ini di buat khusus untuk pelajaran RPL, yaitu SIMSE. Yup, ini merupakan game di mana kita berperan sebagai layaknya manajer yang mendapat orderan merancang sebuah software dengan batas waktu dan budget yang di tentukan. Jadi kita harus pintar-pintar mengatur strategi untuk menugaskan karyawan supaya software dapat selesai dengan waktu&budget yang ditentukan untuk mendapat score tinggi. Game SIMSE ada 3 jenis yaitu untuk prototyping,waterfall,dan incremental model. Game pertama yang saya mainin -> prototyping model. Saya memainkannya dengan cara-cara berikut sehingga saya dapat score 96 dengan waktu 750 ticks :
1.        Pada prototyping model ini, semua pekerjaan dilakukan oleh semua anggota dengan waktu yang diberikan sebanyak 825 ticks.

2.        Pekerjaan harus dilakukan secara berurutan, yaitu prototype, requirement, design, code, dan deliver product. (lihat di menu artifacts).

3.          Prototyping language yang saya pilih adalah visual basic. Dan implementation language adalah java.

4.      Pilih outline requirements with costumer untuk mendengarkan costumer tentang software yang diinginkan.

5.          Setelah selesai, pilih develop prototype. Pada saat saya memainkannya, ketika saya melaksanakan develop prototype, costumer memanggil saya. Jika hal ini terjadi, pilih stop developing prototype dan pilih have costumer evaluate prorotype.

6.          Muncul percakapan “we just returned from costumer…”, pilih develop prototype. Lalu ulang lagi have costumer evaluate prortotype (angka percentevaluate saya : 100)  dan develop prototype (percentdiscoveredrequirementsprototyped saya :85). Angkanya tidak harus 100, tetapi usahakan tinggi. Jiak dirasa sudah cukup tinggi, pilih stop costumer evaluate. Untuk mencapai persen tersebut saya tidak menekan next event , melainkan menekan advanced clock.



Awalnya saya gak mengerti tentang percent evaluated dan discovered requirement, tapi karna sering mengutak-atik alias mengulang game ini (asliii 1 game aja sudah butuh berhari-hari, sedangkan yang harus dimainin ada 3 huuft), saya cuma bisa mengambil kesimpuan, kalo kamu bisa mendapat persen yang tinggi di sana, itu akan mempengaruhi score akhir hahaha. TAPI INGAT!perhatikan batas ticks nya, jangan juga sampai kelewatan.

7.              Selanjutnya pilih requirement specification. Angka Percentcomplete : 100.

8.              Selanjutnya pilih design system. Angka percentcomple : 100.

9.              Selanjutnya pilih implement system. Angka percentcomplete : 100.

10.          Seteleh semua selesai. Tahap terakhir adalah deliver final product to costumer.

hasil yang saya main :